Kemarin, hari yang panas, setelah menyelesaikan kuliah kemanan jaringan di kampus [unisbank], saya mencoba jalan-jalan [Maksudnya memang jalan tidak naek motor] saya menuju ke perpustakaan nasional [Gramedia-maksudnya] yang ada di jalan Pandanaran Semarang ya karena kita bisa membaca buku baru tanpa harus membeli nya. Setelah puas membaca saya melanjutkan perjalan pulang ke kampus karena jam kuliah berikut nya sudah menunggu.
Belum jauh dari jalan pandarana, saya masuk di dekat bundaran jalan Tri Lomba Juang, saya melihat seorang bapak yang memegang sepeda dudukdi pinggir jalan dan seakan menawarkan jasanya kepada setiap orang lewat. Setelah saya merenung saya ingat, bahwa bapak tersebut ingin menawarkan jasa ojek sepeda.
Bukan hal yang wajar kalo di semarang ada ojek sepeda. Karena sejak saya kecil saya belum pernah melihat ojek sepeda di kota ini. Sepeda yang digunakan bapak tadi ya bukan ojek sepeda pada umumnya, kalau di Jakarta, sepeda yang digunakan adalah sepeda besar yang klasik. Sedangakan yang saya lihat kemarin adalah sepeda sederhana, yang hanya diberikan tambahan untuk tempat duduk. Juga, tidak diberikan lapisan pelindung, atau jok agar pelanggan nyaman.

Inti yang saya bahas ini adalah kita harus nya belajar bagaimana kita berusaha, maksudnya tanpa memiliki fasilitas apa pun, Bapak tersebut masih punya keinginan untuk bekerja. Karena sering saya temui, banyak orang tidak bekerja karena terbentur masalah dan dia patah semangat dan tidak bekerja. Contoh, tidak ada modal, mana bisa. Dan alasan-alasan lain yang banyak.
Dan satu inti lagi, bahwa daripada berpikir muluk-muluk dan akhirnya tidak bekerja, kerjakan apa yang ada, dengan fasilitas apa ada nya saja. Satu kata penutup kata bijak dari Bill Gate, “Jika Anda lahir miskin, itu bukan salah Anda, tetapi jika Anda mati miskin, itu salah Anda”


October 21st, 2009
admin
Posted in
Tags:
Hmm ojek sepeda memakai sepeda biasa ya, saya pikir yang model tandem
iya …
biasa federal itu lho …