David Akhirnya diputuskan Bunuh Diri dari NTU
Liputan6.com, Singapura: Hakim tunggal Victor Yeo yang memimpin proses Pengadilan Koroner Singapura menyatakan, David Hartanto Widjaja bunuh diri. Seperti dilaporkan reporter SCTV, Riko Anggara, Rabu (29/7), proses pengadilan berjalan alot. Pengadilan yang dimulai pukul 11.00 hingga selesai pukul 17.00 waktu Singapura itu diawali dengan mendengarkan kisah para saksi. Hampir seluruh saksi memberikan pernyataan yang memberatkan dan mengarah kepada peristiwa bunuh diri.
Meski sempat terjadi perdebatan, namun akhirnya Hakim Tunggal Victor Yeo memutuskan bahwa David, Senin (2/3) pagi telah melakukan bunuh diri jatuh dari lantai 4 kampus Universitas Teknologi Nanyang Singapura. Akibat dari keputusan Pengadilan Koroner ini, kasus kematian David berarti telah selesai dan dihentikan.
Menanggapi keputusan Hakim tunggal Victor Yeo, keluarga David sangat kecewa. Pihak keluarga telah menduga sebelumnya, mengingat para saksi yang diambil oleh pengadilan semuanya memberatkan. Keluarga David merasa, selama ini berjuang sendiri dan nyaris tak ada bantuan dari pemerintah Indonesia. Meski belum tahu apa rencana selanjutnya, namun pihak keluarga akan terus berjuang mencari keadilan.
Berkaitan dengan pengertian Pengadilan Koroner yang asing di telinga masyarakat Indonesia, seorang staf KBRI mengatakan, bahwa Pengadilan Koroner memang tidak ada di Indonesia. Pengadilan Koroner tidak menghasilkan keputusan benar atau salah terhadap suatu dakwaan perkara. Tapi membuat keputusan, diteruskan atau diberhentikannya suatu perkara.
David sang pemenang olimpiade Matematika di Meksiko 2005 itu tewas akibat terjatuh dari lantai 4, Senin (2/3) silam, di dalam kompleks kampus Universitas Teknologi Nanyang. David dikatakan oleh profesornya Chan Kap Luk, terjatuh setelah berusaha menikam dirinya. Keluarga David hingga kini terus berusaha mencari dan mendapatkan keadilan.(VIN)


Saya tidak percaya David bunuh diri. Sebagai mahasiswa dengan IQ dan EQ yang tinggi, ga mungkinlah dia bunuh diri. Bukti-bukti dari pihak keluarga menunjukkan dia dibunuh. Sayangnya pengadilan di Singapura memutarbalikkan fakta yang ada. Saya yakin ini adalah konspirasi, mengingat prestasi David yang begitu fenomenal dengan temuannya. Semoga perjuangan keluarga yang terus memajukan kasus ini ke tingkat Pengadilan Internasional menemukan titik cerah. Tentang pendapat Hasan Wirajuda sungguh tidak gentlement. Setahu saya, mana pernah pemerintah mau ambil pusing dengan kasus yang menimpa David. Menyinggung namanya pun tidak. Baru setelah pihak wartawan menguber Wirajuda, beliau kasih komentar sampah. Sangat mengecewakan memang. Inilah citra pemerintah kita yang tidak perduli dengan nasib rakyatnya di luar negeri. Kasus David hanya salah satu contoh kecil dimana pemerintah tidak punya daya, belum lagi kasus-kasus TKI yang lain. Hanya sebuah opini. Salam kenal Pyou. Keep blogging..
berusaha sekeras apapun,,terkadang Tuhan yg menentukan,,
Berita yang menyedihkan. Tukeran Link nya da ta pasang Bos